Bunda PAUD Aceh Tamiang, Dukung Dan Sukseskan Wajar 13 Tahun

MULTIINFORMASI.COM || Aceh Tamiang  - 

Penguatan peran Bunda PAUD menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun. Bunda PAUD diharapkan tidak hanya berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengampanyekan pentingnya pendidikan anak usia dini, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Melalui peran tersebut, akses dan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat terus ditingkatkan sehingga setiap anak memperoleh kesempatan, mendapatkan pendidikan yang layak sejak usia dini sebagai fondasi menuju jenjang pendidikan berikutnya. 

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang, Yuyun Armia, yang secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Peranan Bunda PAUD dalam mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (08/10/2026). 
“Pemerintah telah menetapkan komitmen besar melalui Program Wajib Belajar 13 Tahun, yang dimulai dari satu tahun pendidikan anak usia dini (PAUD), kemudian dilanjutkan dengan 12 tahun pendidikan dasar dan menengah, sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025,” ujar Yuyun. 

Menurutnya, program tersebut mencakup satu tahun pendidikan prasekolah bagi anak usia 5–6 tahun serta 12 tahun pendidikan dasar dan menengah. 

Kebijakan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan PAUD sebagai fondasi awal bagi tumbuh kembang anak, pembentukan karakter, serta kesiapan mereka memasuki jenjang sekolah dasar. 

“PAUD bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi awal yang sangat krusial bagi tumbuh kembang, pembentukan karakter, dan kesiapan belajar anak ketika memasuki jenjang sekolah dasar,” katanya. 

Yuyun menambahkan, kondisi tersebut menjadikan Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam memastikan program pendidikan anak usia dini berjalan secara optimal. Menurutnya, Bunda PAUD tidak hanya berfungsi sebagai figur simbolis, tetapi juga sebagai penggerak, pengayom, sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. 

“Di sinilah peran strategis kita sebagai Bunda PAUD diuji dan dibutuhkan. Bunda PAUD bukan sekadar figur simbolis, melainkan penggerak utama, pengayom, dan jembatan komunikasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” tegasnya. 

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Yuyun mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait serta Bunda PAUD tingkat kecamatan hingga kampung untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun. 

Ia meminta Bunda PAUD dapat menjadi edukator bagi masyarakat dengan terus menyosialisasikan pentingnya pendidikan PAUD kepada para orang tua. Hal itu dinilai penting agar setiap anak mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. 

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra PAUD. Kolaborasi tersebut diperlukan agar tidak ada anak usia dini di Kabupaten Aceh Tamiang yang kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan. 

“Anak-anak kita hari ini adalah penentu masa depan Kabupaten Aceh Tamiang. Mari kita kawal bersama keberhasilan Program Wajib Belajar 13 Tahun, dimulai dari langkah pertama mereka di jenjang PAUD,” ajaknya. 

Pada kesempatan tersebut, Yuyun Armia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan program tersebut. 

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Semoga kegiatan ini membuahkan hasil nyata dan memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita semua dalam menjalankan amanah ini,” terang Yuyun Armia. 

Dalam implementasi Wajar 13 Tahun, penguatan Bunda PAUD diarahkan pada peningkatan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, penguatan transisi PAUD ke sekolah dasar, serta mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan. Sinergi berbagai pihak menjadi kunci agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan. Dengan dukungan Bunda PAUD yang semakin kuat, diharapkan terwujud ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (DJ)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR