Rapat Perdana Calon Anggota ORARI Aceh Tamiang, Bahas Persiapan UNAR

MULTIINFORMASI.COM || Aceh Tamiang — 

Calon anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang menggelar rapat perdana sebagai bagian dari persiapan menuju Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) dan pembentukan organisasi di daerah tersebut.
Rapat berlangsung di Cafe J2R, Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (03/10/2026). 

Kegiatan dipimpin Ikhsan selaku pemegang mandat ORARI Lokal Aceh Tamiang, bersama Syaiful Alam dan Nanang Surono, serta dihadiri puluhan calon anggota.
Sejumlah agenda dibahas dalam rapat tersebut, meliputi pendataan keanggotaan, persiapan UNAR, administrasi dan perizinan, persiapan Musyawarah Lokal (Muslok), pembiayaan kegiatan, keseragaman pakaian, perangkat komunikasi, hingga rencana pengembangan jaringan radio di Aceh Tamiang. 

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pelaksanaan UNAR yang dijadwalkan pada 17 Oktober 2026 dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Ujian direncanakan berlangsung di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Karang Baru.
Kesiapan lokasi, perangkat komputer, serta jaringan internet menjadi bagian penting yang perlu dipastikan untuk mendukung pelaksanaan ujian tersebut. 

Untuk mendukung seluruh tahapan persiapan, pembiayaan kegiatan disepakati menggunakan prinsip gotong royong. Besaran sumbangan tidak ditetapkan dalam nominal tertentu, melainkan disesuaikan dengan kemampuan dan kesediaan masing-masing peserta.
Selain persiapan UNAR, rapat juga membahas rencana pelaksanaan Muslok serta berbagai kebutuhan organisasi, termasuk penyiapan seragam dan perangkat komunikasi bagi calon anggota yang telah terdata. 

Dalam bidang komunikasi kebencanaan, peserta rapat turut membahas rencana pengoperasian repeater ORARI, pengembangan pos pemantauan komunikasi, serta penyusunan konsep Early Warning System (EWS) berbasis jaringan radio.
Pengembangan jaringan tersebut diproyeksikan untuk mendukung komunikasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Koordinasi komunikasi kebencanaan nantinya akan dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Sejumlah pos pemantauan komunikasi yang telah berjalan juga direncanakan untuk dikembangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan teknis. Sementara itu, konsep EWS berbasis jaringan radio mulai dipersiapkan sebagai salah satu program pendukung sistem kesiapsiagaan bencana di daerah. 

Dalam rapat tersebut, Abdul Jabbar, salah seorang peserta, turut menyampaikan sejumlah masukan terkait masa berlaku Izin Amatir Radio (IAR), penggunaan call sign, serta mekanisme perpanjangan izin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan setelah pelaksanaan UNAR. Menurutnya, seluruh calon anggota perlu mendapatkan perlakuan yang setara sehingga proses pembentukan organisasi dapat berjalan secara terbuka dan bersama-sama. 

Rapat juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan selama proses pembentukan ORARI Lokal Aceh Tamiang. Para peserta diharapkan mengedepankan komunikasi yang terbuka serta menghindari pengelompokan yang dapat menghambat proses pembentukan organisasi. 

Usai rapat perdana, sejumlah langkah tindak lanjut disiapkan. Di antaranya finalisasi data calon peserta UNAR, koordinasi pelaksanaan ujian pada 17 Oktober 2026, persiapan administrasi dan teknis Muslok, penyiapan seragam, instalasi dan pengujian repeater, koordinasi dengan BPBD, pengembangan pos pemantauan, serta penyusunan konsep EWS dan alur komunikasi kebencanaan.
Tim persiapan juga akan memberikan pendampingan kepada calon anggota yang membutuhkan informasi mengenai perangkat radio sesuai kebutuhan masing-masing. 

Sementara itu, seluruh aspek terkait perizinan, IAR, call sign, penggunaan frekuensi, UNAR, serta pembentukan organisasi akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan aturan organisasi yang berlaku. 

Pembentukan ORARI Lokal Aceh Tamiang diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap komunikasi radio, tetapi juga dapat mendukung pengembangan jaringan komunikasi masyarakat, khususnya dalam koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan kebencanaan di wilayah Aceh Tamiang. (DJ)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR