Aceh Tamiang Segera Miliki Rumah Sakit Putri Bidadari, Investasi Rp50 Miliar

MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang – 

Kabupaten Aceh Tamiang direncanakan segera memiliki Rumah Sakit Putri Bidadari. Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dijadwalkan dimulai dengan peletakan batu pertama pada  Jum'at, 13 November 2026. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., saat berdialog dengan masyarakat di Cafe Retak, Paya Bedi Kecamatan Rantau, Jum'at, 25/09/2026 malam.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan berbagai perkembangan dan upaya pemerintah daerah dalam menangani sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat pascabencana.

Armia mengatakan, kondisi bencana yang sempat berdampak terhadap berbagai sektor di Aceh Tamiang tidak boleh mematahkan semangat untuk membangun dan memulihkan daerah.

“Bencana boleh memporak-porandakan semuanya karena itu merupakan takdir Allah yang harus kita terima. Namun, tekad untuk bangkit dan membawa Tamiang menjadi lebih baik tidak akan pernah padam,” ujar Armia.

Ia menyebutkan, sejumlah persoalan masih membutuhkan waktu untuk diselesaikan, termasuk bantuan stimulan, pemulihan ekonomi, jatah hidup (jadup), dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

“Semua membutuhkan waktu dan terkadang menguras emosi kita semua, terutama terkait bantuan stimulan, pemulihan ekonomi, jadup, dan lainnya. Namun, saya pastikan saya tidak akan berhenti selama masih ada hal yang belum terselesaikan untuk masyarakat saya,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Andi salah seorang tokoh masyarakat Warga Kampung Kesehatan Kecamatan Karang Baru menanyakan mengenai Isu pembangunan Rumah Sakit Putri Bidadari di Aceh Tamiang.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Armia menegaskan bahwa rencana pembangunan rumah sakit tersebut bukan sekadar isu, melainkan telah masuk dalam rencana pembangunan.

“Insyaallah pada Jum'at, 13 November 2026 akan dilakukan peletakan batu pertama yang berlokasi di Bukit Panjang Dua(Bukit Tinggi) Kecamatan Manyak Payed, ” Kata Armia.

Menurut Armia, pembangunan Rumah Sakit Putri Bidadari tersebut diperkirakan menelan investasi sekitar Rp50 miliar. Rumah sakit itu direncanakan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektare.

Pihak investor, lanjutnya, menargetkan pembangunan rumah sakit dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan sejak pelaksanaan peletakan batu pertama.

Rencana pembangunan tersebut diharapkan dapat menambah fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut.

Sementara itu, pemerintah daerah juga terus mendorong berbagai program pemulihan dan pembangunan sebagai bagian dari upaya mempercepat kebangkitan Aceh Tamiang pascabencana. Ungkapnya. (DJ)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR